Beranda > Pemrograman > Tipe, Nama dan Nilai

Tipe, Nama dan Nilai

Burn 1Sebelum kita membuat program dengan bahasa pemrograman Pascal (Pascal merupakan bahasa pemrograman yang terpopuler di lingkungan akademis dan banyak digunakan di sebagian besar universitas dan institusi pendidikan lainnya untuk menerapakan dasar-dasar logika pemrograman), terlebih dahulu harus kita ketahui tipe, nama dan nilai dari suatu data yang ada dalam suatu program. Kalau manusia dapat dikenali dari tipe/jenis kelamin dan namanya, maka data dapat dikenali dengan tipe, nama dan nilai yang dimilikinya. Tipe, nama dan nilai yang akan dibahas disini adalah untuk jenis pemrograman bahasa Pascal. Untuk bahasa pemrograman lainnya (selain Pascal), tipe-nama-dan nilainya hampir sama dengan bahasa Pascal, hanya saja penulisan dan penyebutannya saja yang mungkin agak sedikit berbeda.

Suatu tipe menyatakan pola penyajian data dalam komputer. Mendefinisikan tipe berarti :

– menentukan nama tipe data itu

– mendefinisikan domain nilai yang dapat dimiliki

– perjanjian tentang cara menulis tetapan bertipe tersebut

– operator yang dapat dioperasikan terhadap data bertipe tersebut

Tipe data dapat dikelompokan menjadi dua macam :

1. Tipe Dasar / Sederhana :

– Bilangan Logik

– Bilangan Bulat

– Bilangan Riil

– Karakter

2. Tipe Bentukan :

– Rekaman (Record)

– String

– Larik (Array)

Dan secara rinci ada enam kelompok tipe data, yaitu :

1. Tipe sederhana. Tipe ini dibagi lagi menjadi dua tipe, yaitu:

a. Tipe ordinal. Tipe ordinal sendiri dibagi lagi menjadi beberapa tipe, yaitu :

– Tipe bilangan bulat

– Tipe boolean

– Tipe karakter

– Tipe terbilang

– Tipe subjangkauan

b. Tipe real

2. Tipe string, yaitu sekumpulan karakter

3. Tipe terstruktur. Tipe ini dibagi lagi menjadi lima, yaitu :

– Tipe larik (array)

– Tipe rekaman

– Tipe objek

– Tipe himpunan

– Tipe berkas

4. Tipe pointer

5. Tipe prosedural

6. Tipe objek

Tidak semua tipe diatas akan dibahas pada postingan ini, karena memang ada beberapa tipe data yang jarang digunakan.

Karena banyaknya tipe data diatas, maka untuk mengingat tipe data dapat diringkas sbb:

1. NUMERIK / BILANGAN

– Bilangan Bulat / Integer

– Bilangan Pecahan / Riil

2. ALPHANUMERIK / KARAKTER

– String (Kumpulan karakter)

TIPE DASAR

Dalam dunia pemrograman, yang termasuk tipe dasar adalah bilangan logika, bilangan bulat, karakter, bilangan Riil, dan String. Tiga tipe dasar yang pertama disebut juga tipe ordinal karena setiap konstanta nilainya dapat ditransformasikan ke suatu nilai integer.

1. Bilangan Logika

Nama Tipe

Nama tipe bilangan logik adalah boolean

Ranah Nilai (jangkauan)

Bilangan logik hanya mengenal dua buah nilai: benar (true) atau salah (false). Istilah “bilangan” pada “bilangan logik” muncul karena nilai “benar” dan “salah” dapat dinyatakan dengan angka 1 dan 0 (atau sebaliknya tergantung konvensi yang digunakan).

Konstanta

Karena ranah nilai tipe boolean hanya beranggotakan dua buah nilai, maka konstanta (constant) atau tetapan yang terdapat pada tipe ini adalah true dan false.

Operasi

Operasi–operasi yang dapat dilakukan terhadap tipe boolean dikenal dengan operasi logika atau operasi boolean. Operasi logika menghasilkan nilai true atau false. Operator yang umum digunakan untuk operasi logika adalah: not, and, or, xor.

2. Bilangan Bulat

Nama Tipe

Nama tipe bilangan bulat adalah integer

Ranah Nilai (jangkauan)

Dalam algoritma kita dapat mendefinisikan ranah tertentu untuk obyek yang kita definisikan. Pendefinisian ranah ini diperlukan untuk menyatakan bahwa nilai obyek hanya boleh berada dalam ranah tersebut. Misalnya obyek “jam“ didefinisikan bertipe bilangan bulat dengan ranah nilai untuk “jam” adalah dalam {0..23}. implementasi tipe integer dalam bahsa pemrograman tergantung pada kompilator bahasa yang digunakan. Tipe bilangan bulat adalah tipe yang memiliki keterurutan. Ini artinya, bila sebuah nilai bilangan bulat diketahui, nilai sebelumnya (predecessor) dan nilai sesudahnya (successor) dapat ditentukan. Contohnya, predecessor dari 8 adalah 7, sedangkan successor-nya adalah 9.

Konstanta

Konstanta untuk nilai bertipe bilangan bulat harus ditulis tanpa mengandung titik desimal.

Operasi

Operasi yang dilakukan terhadap bilangan bulat ada dua macam, yaitu operasi aritmetika dan operasi perbandingan.

a. Operasi Aritmetika

Operasi aritmetika terhadap bilangan bulat dengan sembarang operator aritmetika akan menghasilkan nilai yang bertipe bilangan bulat juga. Operator aritmetika yang    berlaku pada bilangan bulat adalah:

+ (tambah), – (kurang), * (kali), div (bagi),  mod (sisa hasil bagi).

Operator div (divide) adalah operator pembagian khusus untuk bilangan bulat yang memberikan hasil pembagian berupa bilangan bulat, sedangkan mod (modulo) memberikan sisa hasil pembagian. Obyek yang dioperasikan disebut operand. Misalkan pada operasi a + b, masing-masing a dan b adalah operand, sedangkan “+” adalah operator-nya. Semua operator di atas membutuhakan dua buah operand dalam pengoperasiannya, sehingga disebut juga operator biner. Khusus untuk operator “-“, dapat juga menjadi operator uner, karena dapat dioperasikan sebagai dengan satu operand, misalnya –5, -25, dan sebagainya.

b. Operasi Perbandingan

Operasi perbandingan terhadap bilangan bulat dengan salah satu operator relasional menghasilkan nilai boolean (true atau false). Operator perbandingan untuk bilangan bulat adalah:

< (lebih kecil)

<= (lebih kecil atau sama dengan)

> (lebih besar)

>= (lebih besar atau sama dengan)

= (sama dengan)

< > (tidak sama dengan)

3. Bilangan Riil

Bilangan riil adalah bilangan yang mengandung pecahan desimal, misalnya 3.65, 0.0003, 2.60240000E-6, dan lain-lain.

Nama Tipe

Nama tipe bilangan riil adalah real

Ranah Nilai (jangkauan)

Dalam implementasinya , tipe real mempunyai rentang nilai yang terbatas tergantung dengan kompilator yang digunakan (secara teoritis tipe bilangan riil memiliki rentang nilai yang tidak terbatas).

Konstanta

Setiap konstanta yang bertipe bilangan riil harus ditulis dengan tanda titik desimal.

Operasi

Operasi yang dilakukan terhadap bilangan riil ada dua macam, yaitu operasi aritmetika dan operasi perbandingan.

a. Operasi Aritmetika

Operasi aritmetika terhadap bilangan riil dengan sembarang operator aritmetika akan menghasilkan nilai yang bertipe bilangan riil juga. Operator aritmetika yang berlaku pada bilangan riil adalah:

+ (tambah), – (kurang), * (kali), / (bagi)

Umumnya kompilator bahasa pemrograman membolehkan operasi campuran, yaitu operasi aritmetika dengan salah satu operand-nya bertipe bilangan riil sedangkan operand lainnya bilangan bulat. Oleh kompilator tersebut, nilai operand bilangan bulat dikonversi menjadi bilangan riil. Hal ini juga berlaku bila semua operand merupakan bilangan bulat, sedangkan peubah penampungnya bertipe riil. Sedapat mungkin di dalam algoritma kita menghindari operasi campuran.

b. Operasi Perbandingan

Operasi perbandingan terhadap bilangan riil dengan salah satu operator relasional menghasilkan nilai boolean (true atau false). Operator perbandingan untuk bilangan riil adalah:

< (lebih kecil), <= (lebih kecil atau sama dengan), > (lebih besar), >= (lebih besar atau sama dengan), < > (tidak sama dengan).

Pada operasi perbandingan terhadap bilangan riil tidak mengenal operator kesamaan atau “=”. Hal ini karena bilangan riil tidak dapat disajikan secara tepat oleh komputer. Misalnya 1/3 tidak sama dengan 0.3333333, sebab 1/3=0.33333333……….. (dengan angka tiga yang tidak pernah berhenti).

4. Karakter

Tidak seperti tipe bilangan bulat yang digunakan untuk menyimpan data numeris, tipe karakter digunakan untuk menyimpan data alfanumeris, seperti A, Z, @, $, 1, 9, &, *, dsb.

Nama Tipe

Tipe data karakter didefinisikan dengan char

Ranah Nilai (jangkauan)

Dalam hal ini bisa berupa apa saja, termasuk semua kode ASCII

Konstanta

Tetapan untuk data bertipe karakter harus diapit oleh tanda petik tunggal.

Operasi

Operasi yang dapat dilakukan terhadap tipe karakter adalah operasi perbandingan. Operator perbandingan yang berlaku untuk tipe karakter adalah:

< (lebih kecil), <= (lebih kecil atau sama dengan), > (lebih besar), >= (lebih besar atau    sama dengan), = (sama dengan), < > (tidak sama dengan).

Seperti halnya pada tipe bilangan bulat, tipe karakter juga mempunyai ketentuan (successor dan predecessor) yang ditentukan oleh cara pengkodeannya di dalam komputer, misalnya pengkodean ASCII. Operasi dengan operator perbandingan akan menghasilkan nilai boolean.

Contoh:

‘a’ = ‘a’ (hasil: True)

‘T ’= ’t’ (hasil: False)

‘m’ < ‘z’ (hasil: True)

VARIABEL

Variabel adalah identifier yang berisi data yang dapat berubah-ubah nilainya didalam program. Syarat penulisannya adalah:

– Tidak boleh menggunaka spasi

– Tidak boleh dimulai dengan angka

– Tidak boleh menggunakan tanda strip (-)

– Boleh menggunakan tanda underscore ( _ )

Contoh variabel (pengenal) yang benar :

– semester_1

– N2

– K

– HargaBarang

– Nilai_Akhir

– JumlahPenduduk

– Jumlah_Total

Contoh variabel identifier (pengenal) yang salah :

– Semester 1

– 2N

– Harga Barang

– Jumlah-Penduduk

OPERATOR

Pada dasarnya ada tujuh macam operator, yaitu :

1. operator pemberian nilai, contoh : =

2. operator aritmetik , contoh : +, – , *, /, div, mod

3. operator pemanipulasi bit

4. operator Boolean, contoh : And, Or, Nand, Nor, Xor

5. operator pembanding, contoh : >, > = , <, < = , < >

6. operator himpunan, contoh : + (Union) , – (Selisih) , * (Intersection)

7. operator string, contoh : + (concat)

Tapi pada postingan ini tidak akan dibahas semua operator tersebut, hanya beberapa saja.

1. Operator Pemberi Nilai

Operator yang paling sering digunkan adalah operator pemberian nilai. Contoh :

A := 12 ; {untuk tipe bil. Bulat / integer}

B := ‘Hallo….’ ; {untuk tipe string}

Phi := 3.14 ; {untuk tipe real}

2. Operator Aritmetik

Operator aritmetik hanya dapat dipakai pada operan bertipe bilangan bulat dan riil. Ada enam macam operator aritmetik, yaitu :

+ (Penjumlahan), – (Pengurangan), * (Perkalian), / (Pembagian), Div (Pembagian bil. Bulat), Mod (Sisa pembagian/modulus)

Berikut ini adalah contoh penggunaan operator aritmetik :

X := y + z ;

Z := a – b – c – d ;

L := 5 * 9 * 3.14 ;

X := a / b ;

C := 10 div 2 ;

D := i mod j ;

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: